Oktober 24, 2021

Kisah Pilu Dokter Sardjono & Istri, Meninggal di Hari yang Sama Usai Sepekan Isolasi Covid-19

Satu lagi petugas medis yang gugur karena pandemi virus corona di Tanah Air. Seorang dokter di daerah Pamekasan dikabarkan meninggal dunia karena Covid 19. Pria bernama Dokter Sardjono pada Rabu (2/12/2020) dini hari.

Beberapa jam kemudian, sang istri pun menyusul tiada. Pasangan suami istri tersebut meninggal dunia bergiliran pada hari yang sama. Mengenai hal ini, Ketua Penanganan Pasien Covid 19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat angkat bicara. Ia mengemukakan, dokter Sardjono mulanya mengalami sakit karena Covid 19 selama sepekan.

Dokter Sardjono menjalani perawatan mandiri di rumahnya. Karena tak kunjung sembuh, Sardjono lalu dibawa ke Rumah Sakit Moh Noer Pamekasan pada Selasa (1/12/2020). Pria yang berprofesi sebagai Dokter spesialis radiologi tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan tubuh lemas dan sesak napas.

Sedangkan sang istri juga diketahui terpapar Covid 19, diduga tertular dari suaminya. Kondisi Sardjono terus mengalami penurunan. Sedianya, ia akan dirujuk ke rumah sakit lain di Surabaya.

Tetapi, karena rumah sakit di Surabaya penuh, tidak ada satu pun rumah sakit yang siap menerima dokter Sardjono. "Semua rumah sakit di Surabaya penuh saat Sardjono akan dirujuk," tutur Yayak, panggilan akrab Syaiful Hidayat. Dokter Sardjono akhirnya tak bisa bertahan dan mengembuskan napas terakhirnya.

Ia meninggal dunia sehari setelah masuk rumah sakit. Sebab, kondisi Sardjono terus mengalami penurunan hingga dibantu ventilator. "Selasa sore dirawat dan Rabu dini hari meninggal dunia," kata Yayak.

Istri dokter Sardjono yang bernama Martini (60) rupanya meninggal dunia beberapa jam setelah dokter Sardjono berpulang. Ia juga terinfeksi Covid 19 dan diduga tertular dari suaminya. Martini meninggal pada hari yang sama, yakni Rabu (2/12/2020).

Meski sempat membaik saat dirawat, kondisi Martini terus menurun setelah kematian suaminya. Pernapasan Martini bahkan harus dibantu dengan ventilator. "Pandemi belum berakhir. Ini buktinya, ada pasangan suami istri meninggal bergiliran," kata Yayak.

Ia meminta masyarakat terus menjaga kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *