Oktober 24, 2021

Marshanda Ungkap Dampak Video Kemarahannya 11 Tahun Lalu, Akui Sempat Dipaksa Keluarga ke RSJ

Aktris Marshanda menceritakan kisah hidupnya ketika dirinya pernah membuat kehebohan dengan video pengungkapan kekesalan pada 2009 silam. Hal itu diungkapkan Marshanda saat berbincang bersama Nia Ramadhani di acara Nyonya Boss, seperti dilansir YouTube Trans TV Official. Nia Ramadhani merupakan teman lama Marshanda, keduanya pernah sama sama membintangi sinetron Bidadari.

Bertemu dengan lamanya tersebut, Marshanda menceritakan kisah hidupnya ketika pernah disorot karena video meluapkan emosi itu. Pada saat itu, Marshanda didiagnosa mengidap gangguan mental bipolar disorder. Banyak publik yang kaget dengan video dari Marshanda kala itu, sebab saat itu Marshanda sedang berada di puncak kariernya di dunia entertainment.

Namun diakuinya, penyakit tersebut dirasakan Marshanda tidak begitu mengganggu dirinya. “Sekarang, orang baru merasakan enaknya melakukan itu. Tahun 2009, ya, itu yang gue rasa. Padahal itu normal dan hak semua orang,” ungkap Nia Ramadhani. Marshanda menganggap perilakunya saat itu adalah hal yang wajar dan ia membantah kabar yang saat itu menyebut sedang mengalami gangguan jiwa.

“Itu normal kok, mungkin orang sekarang baru anggap itu normal. Atau dulu banyak yang tahu itu normal, tapi enggak dipublikasikan aja. Banyak orang yang baru lihat yang begitu,” ujar Marshanda. Meski merasa tak membuat dirinya terganggu, diakui Marshanda, orang orang terdekatnya saat itu mulai merasa kurang nyaman. “Gue enggak merasa itu mengganggu gue. Tapi gue merasa orang lain enggak kuat sama energi gue."

"Orang orang terdekat gue waktu itu tipe pekerja yang enggak biasa liat orang enerjik kayak gue, makanya mungkin mereka heran,” tutur Marshanda. Artis yang melambung lewat Sinetron Bidadari itu mengungkapkan, masalah terberatnya justru dirasakan saat perceraian dengan Ben Kasyafani di 2014. Saat itu keluarganya bahkan sempat memaksa membawa dirinya ke rumah sakit jiwa dengan menjemputnya dari apartemen.

Hal itu cukup disayangkan oleh Marshanda, karena ia sebenarnya tak setuju dengan hal tersebut. “Pada masa itu gue emang proses perceraian. Dalam waktu setahun semua itu terjadi,” lanjut Marshanda. “Sebenarnya, keluarga juga tahu di 2009 2014 setiap gue berhenti minum obat, gue selalu balik sendiri ke psikiater atau psikolog, I can solve it,” terang Marshanda.

Artis yang akrab disapa Chacha itupun sangat menyangkan peristiwa itu, karena ia merasa kurang dihargai oleh keluarganya sendiri. Meski demikian, setelah kasus tersebut Marshanda mengaku telah memaafkan keluarganya. “Kalau gue maafin mereka, bukan soal karena gue baik sama mereka, tapi itu buat gue lepas dari belenggu yang membuat gue tertutup,” sambung Marshanda.

Diakuinya, ia bisa memetik banyak pelajaran dari peristiwa yang menimpanya tersebut dan menjadi bekal dirinya dalam mengasuh buah hatinya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *